Thursday, September 30, 2010

B - MAUT.................................................!

video

Pada hari Rabu, tanggal 30 September tahun lalu - 2009, tepatnya jam 17:16 waktu Indonesia bagian Barat, bertepatan dengan 12 Syawal tahun 1430 - sebelas hari setelah umat Muslim diseluruh dunia merayakan Hari Raya Iedul Fitri, adalah masa dimana terjadinya gempa dahsyat di kota Padang dan daerah-daerah disekitarnya dengan kekuatan 8,5 pada skala richter. Saking kerasnya gempa yang terjadi, untuk lebih mudah untuk mengingatnya, banyak orang memberi sebutan untuk bencana yang telah merengggut ribuan nyawa dan meluluh-lantakkan banyak bangunan di kota Padang dan sekitarnya serta membuat jutaan tetes air mata mengalir tersebut dengan G30S-2009.

Saya masih ingat betul suasana pada saat gempa itu terjadi, saat itu kami semua berada didalam rumah, tiba-tiba tanah yang dipijak seperti berayun selama beberapa menit; semua kami yang berada diatas rumah pada berhamburan keluar. Tak pernah terpikirkan pada saat itu, kalau apa yang baru kami alami pada saat itu berasal dari perairan kepulauan Mentawai, dan yang paling parah menderita dampaknya adalah kota Padang. Keresahan baru timbul di hati saya ketika pada malam harinya berita tentang fakta gempa tersebut ditayangkan oleh TVone dan salah seorang keponakan saya ikut menjadi korban, cidera berat, dan setelah dirawat diruang ICU Rumah Sakit Siti Ramah Padang selama dua setengah bulan, akhirnya Allah Subhanahu Wata'ala mengambilnya untuk duduk kepangkuan-Nya pada tanggal 17 Desember pada tahun yang sama, 2009, pada malam Jum'at, bertepatan dengan malam 1 Muharam 1431 Hijriyah; dia menghembuskan nafas terakhir disaat saya berusaha menggalang sejumlah orang-orang yang peduli untuk menjadi donor darah untuknya di PMI cabang Padang. Masih jernih dalam ingatan, ketika dia masih hidup, ketika kami bercengkrama dengannya, bercanda, mengandai-andaikan dia dewasa - berumah tangga (bersuami), punya anak, cucu dan sebagainya ... dia menjawab kalau dia tidak ingin jadi orang dewasa; pingin terus jadi anak-anak untuk selamanya ... ternyata inilah arti dari semua yang dia ungkapkan.

     Siapa yang harus dipersalahkan untuk semua penumpah air mata tersebut ? Tak seorangpun didunia ini yang ingin hal seperti bencana G30S-2009 tersebut terjadi di lingkungan mereka; terjadi pada keluarga - sanak famili - kerabat - atau teman mereka; terjadi pada semua yang mereka cintai dan kasihi. Tapi disitu Allah ingin memperlihatkan Kuasa-nya; bahwa Dialah yang memiliki semua yang ada di seluruh jagat raya ini; tak ada satupun makhluk di dunia ini yang mampu mengatasi Kuasa-Nya. 

     Tak bisa kita pungkiri kebenaran sejumlah pendapat yang menyebutkan apa-apa yang menjadi penyebab runtuhnya gedung pasar raya Padang, hotel Ambacang, Hotel Mariani, LBA Padang, Primagama, dan ratusan gedung dan rumah penduduk lain berikut isinya ini sebagai musibah, azab, ujian, dan ada juga yang menyebutnya sebagai teguran. Namun, sebenarnya, disamping ke-empat sebutan untuk bencana yang menimpa tersebut, ada satu istilah lain yang perlu untuk didudukkan oleh semua mereka yang berpendapat - bahkan cenderung menghujat tentang faktor-x yang ada dibalik huru-hara 30S tersebut, yaitu Bala. Kelima hal inilah yang saya singkat menjadi B-MAUT; Bala, Musibah, Azab, Ujian, dan Teguran.

Pada tulisan saya tentang Banjir dan Bagaimana Cara untuk Mengatasinya, saya pernah menyinggung tentang hal ini dan memberi singkatan Baut-M, namun setelah saya pikir-pikir, singkatan B-MAUT pasti lebih mudah diingat karena kelima hal yang ada pada singkatan tersebut, semuanya berujung kepada maut. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu-persatu tentang semua hakikat dan sifat yang berdiri dibalik semua bencana atau malapetaka tersebut. 

     Bala, merupakan kejadian buruk yang menimpa orang yang tak berdosa, atau tidak pernah melakukan suatu perbuatan dosa seperti yang diperbuat oleh mereka yang mengundang terjadinya suatu bencana; tapi dia berada dilingkungan atau satu lingkungan dengan orang-orang yang berbuat dosa tersebut. Apabila kita ibaratkan pada suatu kondisi, dia bukanlah orang yang hidupnya bergelimang dengan sampah dan kotoran, tapi, karena dia tinggal dilokasi sampah dan kotoran - akhirnya diapun ikut kena baunya. Atau bak pepatah, orang lain makan cempedak, dia yang terkena getahnya. Yang menjadi sasaran Allah untuk disiksa sebenarnya adalah mereka yang telah banyak berbuat dosa, namun karena mereka yang tidak berdosa tidak mau hijrah atau beranjak dari tempat tersebut, apa boleh buat - mereka terpaksa harus diikutsertakan didalam bencana yang telah ditargetkan untuk mereka yang menjadi target untuk disiksa. Sebagai contoh kongkrit; anda sudah tahu kalau warung dimana anda nongkrong setiap hari adalah markasnya para pemabuk dan pejudi, namun anda masih juga duduk-duduk disana dan bergaul dengan mereka. Jika suatu saat ada diantara mereka yang mengamuk dan terkena sasaran amukan tersebut, atau mereka digelandang oleh polisi gara-gara berjudi dan anda ikut-ikutan dijebloskan kedalam sel, itulah bala buat anda.

Musibah, adalah malapetaka yang menimpa seseorang atau lebih yang pada dasarnya memang pantas untuk terjadi atau pasti akan terjadi. Yang paling jelas dalam hal ini adalah kematian yang menimpa setiap makhluk; baik manusia, jin, syaitan, binatang dan tumbuhan. Satu hal yang perlu diperjelas adalah, jin dan syaitan juga ada ajalnya; mereka juga akan mati setelah mencapai batas umur tertentu - cuma umur mereka jauh lebih panjang bila dibandingkan dengan manusia pada umumnya - mereka bisa mencapai umur ratusan tahun bahkan konon ada yang mencapai ribuan tahun; yang akan dipanjangkan umurnya sampai datangnya kiamat nanti hanyalah iblis, rajanya syaitan. Artinya, jika dalam satu hari ada ratusan manusia yang dicabut nyawanya oleh malaikat Izrail; pada hari yang sama, juga ada ratusan jin dan syaitan yang nyawanya dilempar kealam barzach. Dengan kata lain, musibah adalah malapetaka yang terjadi karena sudah waktunya pantas untuk terjadi, karena sudah sampai umur atau ajalnya. Sebagai contoh, anda punya sepeda, tidak punya rem, tapi anda nekat juga untuk mengendarai; jika suatu saat anda berpapasan secara tiba-tiba dengan sesuatu dihadapan... dan anda tidak bisa untuk mengelak ... tidak perlu diterusakan lagi apa yang pasti akan terjadi. Contoh lain: anda tahu kalau ular itu adalah hewan yang berbahaya, namun anda main-mainkan tangan didepan mulutnya; jika anda dipatuk, itu sudah sepantasnya terjadi.

 Azab ialah suatu siksaan yang ditimpakan pada orang-orang yang berbuat dosa dan tidak juga sadar atau bertobat dari kesalahan yang mereka perbuat. Contohnya: mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa akan banyak ditimpa oleh penyakit yang berasal dari perut dan kejiwaan (emosi); anak laki-laki yang durhaka kepada ibunya, maka istrinya akan mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya; atau anak perempuan yang durhaka kepada ayahnya (disaat masih gadis), maka dia tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang yang hakiki dari seorang laki-laki (suaminya) dikemudian hari atau dengan kata lain - dia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan dalam hidup berumahtangga apabila Allah masih mentaqdirkan dia menemukan seorang jodoh; perempuan yang durhaka kepada suaminya akan mendapatkan berbagai macam penyakit baik jiwa maupun raganya - baik di dunia maupun di akhirat. Masih contoh untuk poin  yang satu ini; pejabat-pejabat yang merampok uang negara (koruptor), banyak yang dihantam oleh berbagai macam penyakit seperti stroke; anak-anak mereka tidak bisa diatur dan banyak yang terjerumus pada kasus-kasus kriminal, seperti penggunaan Narkoba; anak-anaknya banyak yang tidak beres otaknya karena diberi makan dengan  uang haram --- akibatnya semua uang yang telah dirampoknya habis dikeluarkan untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapinya. Azab yang menimpa seseorang bukanlah musibah, karena azab yang ditimpakan kepada orang-orang yang dilaknat tersebut biasanya datang secara tiba-tiba, tanpa dia biasa mengelak lagi atau dia tidak pernah menyangka semua itu akan dialaminya; misalnya para pedagang yang hobi menipu pembeli dengan mencurangi timbangan atau menimbun barang yang sebenarnya sangat diperlukan oleh rakyat banyak; suatu saat, semua barang dagangannya akan hancur oleh suatu bencana - seperti kebakaran, gempa, banjir, dimaling orang, huru-hara, penyakit dan lain sebagainya; walaupun dia menerapkan seribu satu cara untuk melindungi hartanya tersebut, namun Allah selalu mempunyai cara untuk membuatnya habis tanpa sisa. Dan tak seorangpun menyangka si pedagang rakus tersebut akan mengalaminya. 

Ujian atau dalam istilah lain disebut juga sebagai cobaan adalah sesuatu hal yang tampaknya buruk, menimpa orang-orang mukmin --- orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahuwata'ala. Allah tidak pernah ingin menyiksanya dengan semua yang menimpa mereka; Dia hanya ingin melihat, sampai dimana kadar keimanan hambanya kepadanya. Kisah Nabiullah yang paling dikenal dalam hal ini misalnya kisah Nabi Ayyub 'alaihissalaam yang diuji Allah dengan penyakit kulit selama 7 tahun; semua anaknya meninggal dunia; istrinya kabur meninggalkannya. Seseorang yang dinilai baik hati, suka menolong, suka bersedekah, selalu menunaikan sholat tepat waktu dan berjamaah, rajin puasa, hobi membaca Al-Qur'an, senang melakukan wirid sejumlah zikrullah, selalu berzakat dan senang bersedekah, sudah menunaikan ibadah haji yang dilanjutkan dengan ibadah umrah setiap bulan; namun masih ditimpa satu hal yang menyakitkan atau menyedihkan, seperti sakit atau kecopetan; itu adalah ujian buat keimanannya.

Teguran, merupakan cara yang dipakai oleh Allah untuk memberi petunjuk kepada hamba yang dicintaiNya yang mencoba-coba, baik secara sadar maupun tidak, untuk berbuat suatu dosa. Misalnya, seseorang yang biasanya selalu mengerjakan sholat tepat waktu dan berjamaah, lalu karena mendapatkan rezeki mendadak, terlena dalam sebuah pesta yang diadakannya untuk teman-temannya; dia masih asyik berpesta pada waktu azan memanggil. Setengah jam, sesudah azan dikumandangkan, atap bangunan tempat pesta tersebut rubuh; semua temannya luka parah, sementara dia hanya menderita luka ringan. Itu adalah teguran buatnya.

    Banyak masyarakat kita yang tidak bisa membedakan antara bala, musibah, azab, ujian dan teguran, satu sama lain. Masih ada juga yang menyebut suatu kecelakaan yang menimpa seorang penipu sebagai musibah atau cobaan buat dia, padahal itu sebenarnya merupakan azab untuk si penipu. Yang celakanya, ada juga yang asal saja menyebut suatu ketidakberuntungan yang menimpa seseorang sebagai azab - padahal orang yang disebutnya ditimpa azab tersebut adalah mereka-mereka yang beriman sholeh dan tidak berdosa atau tidak pantas untuk menanggung akibat dari semua bencana yang telah mereka alami. Satu hal yang jelas adalah, apabila Allah telah menguji hambaNya, dan hambaNya tersebut mampu melalui semua ujian tersebut dengan sabar dan bertawakal kepadaNya --- maka sesudah masa itu, Allah akan mengganti semua kerugian yang dia dapat selama masa ujian tersebut dengan pengganti yang berlipat ganda. Seperti halnya Nabi Ayyub AS yang dikaruniai anak dan harta yang lebih banyak oleh Allah setelah dia sembuh. Atau orang mukmin yang sakit, setelah sembuh Allah akan mengebalkan tubuhnya dari lebih banyak penyakit; sementara orang mukmin yang kecopetan, sesudah kejadian tersebut biasanya Allah akan memberi dia jalan untuk mendapatkan uang yang berpuluh kali lipat dibandingkan apa yang telah meninggalkannya; bahkan tidak jarang penggantinya tersebut nantinya menjadi mata pencaharian yang akan menopang perekonomiannya dan keluarganya dimasa depan. Subhanallah. 

Dari uraian tulisan saya diatas, jelaslah sudah; kesedihan, tangis, luka, atau apapun nestapa akibat suatu kejadian yang menimpa seorang atau banyak makhluk di dunia ini, bisa sifatnya tunggal: sebagai bala, musibah, azab, ujian, atau teguran (salah satu dari yang lima tersebut). Bisa juga sifatnya majemuk; misalnya  gabungan dari bala, musibah, dan teguran - ini biasanya dijatuhkan kepada mereka yang sebenarnya tidak menjadi target Allah untuk diazab, mereka masih bisa diselamatkan, dan Allah menyuruh mereka untuk hijrah dari lingkungan tersebut. 

     Dengan demikian, janganlah terlalu gamblang menilai sebuah bencana sebagai azab. Ingatlah, yang menjadi korban dari suatu bencana alam atau peristiwa tragis tidak selamanya orang-orang yang dimasa hidupnya berlumur dosa,  yang meninggal dunianya dengan suul khatimah (akhir yang jelek); namun tidak sedikit diantara mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa termasuk anak-anak, mereka semuanya mati syahid dan mendapatkan husnul khatimah buat akhir kehidupan mereka. Semoga Allah menempatkan semua hamba yang menderita akibat suatu bencana ditempat yang layak, dan semoga kita yang masih hidup bisa mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya dari semua yang telah terjadi. Amien, ya Rabbal 'Aalamien.... !

Friday, September 24, 2010

MEMASYARAKATKAN ASURANSI - MENGASURANSIKAN MASYARAKAT

Berbicara tentang masyarakat miskin di Indonesia, mungkin pikiran masing-masing kita akan menerawang pada banyak hal yang berbeda. Mungkin ada diantara kita yang teringat program-program yang pernah diluncurkan oleh pemerintah untuk pengentasan kemiskinan di negara yang kaya dengan sumber daya alam ini seperti jaring pengaman sosial (JPS) dan bantuan langsung tunai (BLT). Beberapa kawan-kawan yang hobi menonton TV mungkin pikirannya akan langsung mengarah pada acara-acara reality show yang mengangkat ke permukaan masalah kemiskinan di tengah masyarakat; seperti acara bedah rumah dan minta tolong  di RCTI, seandainya aku menjadi di Trans TV, dan acara lain sejenis pada stasiun TV lain seperti  di SCTV, Trans7, antv, dan yang lainnya. Yang lain, mungkin pernah langsung menyaksikan bentuk kemiskinan yang terjadi disuatu wilayah. Tidak sedikit diantara mereka yang makan setiap hari apa adanya, dengan nasi ditambah sayuran yang ada tumbuh disekitar mereka; bahkan banyak yang kesulitan mendapatkan beras karena mahalnya harga jual beras di pasaran. Yang membuat perasaan menjadi semakin teriris-iris adalah apabila kita melihat betapa girangnya mereka apabila suatu saat mereka bisa mendapatkan atau dibelikan nasi bungkus dari seseorang. Itu adalah kebahagiaan tersendiri buat mereka. Lalu, bagaimana jika ada diantara mereka yang meninggal dunia atau ditimpa sebuah musibah ? Itu adalah kiamat yang sangat besar buat mereka. Apalagi jika yang mendapatkan kemalangan tersebut adalah mereka yang selama ini mencarikan nafkah buat keluarganya. Dan jika ini sudah terjadi, jangan salahkan jika kita banyak menemukan anak-anak dibawah umur yang dipekerjakan disebuah usaha, pengamen anak-anak, atau anak-anak yang terpaksa menjadi pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya demi meringankan beban keluarganya,.... dan tidak sedikit yang jatuh ke dunia kriminal. Karena mereka tidak tahu harus berbuat apa. Apalagi jika lingkungan mereka tidak pula peduli dengan nasib yang mereka alami.

     Begitulah potret kehidupan keluarga miskin di negara kita. Siapa yang akan disalahkan dengan keberadaan orang-orang seperti mereka didalam tatanan kehidupan bermasyarakat kita ? Mengapa pemerintah sepertinya tidak punya daya lagi mengatasi permasalahan seperti ini - sama halnya dengan ketidak berdayaan mereka dalam menghadapi tingkah pola mereka yang disebut sebagai wakil rakyat dan banyak pejabat negara yang menggunakan uang negara untuk kepentingan mereka sendiri; baik pribadi, keluarga, ataupun kelompok atau partai mereka dengan mengatasnamakan dinas atau tugas ? Belum lagi usaha untuk menghancurkan para perampok uang negara (koruptor) yang dari hari kehari tetap nyaman berpesta-pora dengan uang pajak, uang yang berasal dari anggaran dan pendapatan belanja negara, bahkan uang pinjaman luar negeri, yang seharusnya bisa dinikmati oleh kelompok masyarakat miskin seperti mereka diatas.

     Sudah banyak program yang diluncurkan oleh pemerintah selama ini yang ditujukan untuk mereka yang bernasib kurang mujur di negara ini, namun selalu ada saja yang membuatnya hancur atau gagal ditengah jalan. Semua itu terjadi karena banyaknya terjadi penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran dan banyaknya dana talangan yang menguap tidak tahu siapa yang harus mempertanggungjawabkannya.

     Lalu, apalagi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menghilangkan dampak kemiskinan di Indonesia ini ?  Ada satu jawabannya, ASURANSI. Asuransikan semua rakyat miskin di negara Pancasila ini kedalam sejumlah produk asuransi (seperti asuransi kematian, kecelakaan, kesehatan, dan pendidikan). Jika pemerintah yang mengasuransikan, tentu artinya premi asuransi untuk rakyat yang dimaksud dibayar dengan menggunakan uang negara. Jika kita kaji lebih jauh, pemberlakuan program ini nantinya akan lebih meningkatkan harkat hidup rakyat kita yang miskin ketimbang mereka diberi uang tunai yang akan mereka habiskan dalam waktu sekejap.

     Saya sudah bisa membayangkan betapa sejahteranya rakyat miskin tersebut apabila sudah dijamin hidup mereka oleh asuransi; seandainya ada diantara mereka yang meninggal dunia (seperti keluarga mereka), maka ahli warisnya akan mendapatkan santunan dari asuransi baik dalam bentuk uang pertanggungan maupun jaminan biaya hidup untuk siklus hidup mereka ke masa selanjutnya; seandainya ada diantara mereka yang mengalami musibah kecelakaan, maka si korban akan mendapat santunan dan jaminan biaya hidup dari asuransi karena masalah yang dia dapat akibat musibah tersebut; apabila mereka sakit, maka seluruh biaya pengobatan - rawat inap - dan mungkin tindakan operasi, dibayar oleh asuransi; dan apabila anak-anak mereka akan masuk sekolah pada tiap jenjang pendidikan, biaya pendidikan mereka bisa ditalangi oleh asuransi yang menaungi mereka. 

     Harus diakui, adalah merupakan satu hal yang mustahil untuk mengikis habis kerak-kerak kemiskinan dari bumi yang menjunjung UUD 1945 ini, namun dengan adanya program asuransi menyeluruh untuk semua rakyat miskin ini, kita akan masih bisa melihat binar-binar pengharapan untuk tetap bisa menjalani hidup yang lebih baik dimata mereka, walaupun pencari nafkah utama dalam keluarga mereka meninggal dunia atau tidak bisa lagi mencari nafkah akibat sebuah musibah; karena mereka tahu, ada santunan asuransi yang akan mereka dapatkan dibalik musibah tersebut. Tidak akan ada lagi masyarakat miskin kita yang jatuh bertambah sengsara ketika pencari nafkah mereka sakit akibat suatu musibah, dan mereka dipaksa oleh keadaan untuk mengutang kesana kemari untuk mendapatkan biaya pengobatan, karena seluruh biaya pengobatan dan biaya hidup mereka akan ditanggung oleh asuransi. Tidak akan ada lagi siaran reality show di televisi atau dimedia masa lain yang menayangkan orang miskin yang sakit parah, namun tidak bisa berbuat apa-apa karena ketiadaan biaya untuk berobat; karena biaya berobat mereka harus ditanggung oleh asuransi. Tidak akan ada lagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin yang putus sekolah karena ketiadaan biaya, karena biaya pendidikan mereka ditanggung sepenuhnya oleh asuransi.

     Jika semua itu sudah bisa direalisasikan, pemerintah hanya tinggal mendayagunakan semua potensi yang dimiliki oleh masyarakat miskin kita agar bisa hidup lebih layak. Misalnya dengan mengarahkan mereka yang berprofesi sebagai buruh cucian menjadi pemilik usaha laundry; mengarahkan mereka mencari nafkah dengan berjalan kaki untuk bisa meningkatkannya dengan menggunakan kendaraan, seperti becak atau gerobak; melakukan test bakat buat mereka, membina bakat yang terjaring, kemudian memfasilitasi pemindahan mereka ketempat lain dimana mereka akan bisa mendayagunakan bakat yang mereka miliki; dan lain sebagainya.

     Melihat begitu besarnya dampak keberadaan asuransi ini nantinya kepada rakyat miskin di tanah air kita ini, diperlukan usaha-usaha komprehensif dari semua pihak, terutama pemerintah sendiri untuk mengkampanyekan keberadaan dan perlunya asuransi tersebut buat seluruh rakyat. Yang menjadi sasaran tentu bukan saja mereka yang dikelompokkan kepada rakyat miskin atau kurang mampu, namun juga kepada mereka yang tergolong mampu dan berkecukupan tapi belum tersentuh oleh produk asuransi. Betapa kasihannya kita pada seorang saudara kita yang beberapa bulan yang lalu dikenal sebagai seorang kaya raya, namun sekarang jatuh miskin karena mengidap satu penyakit parah dan telah menghabiskan seluruh hartanya untuk biaya pengobatan. Andaikan dia memanfaatkan suatu produk asuransi kesehatan, tentu semua itu tidak akan pernah dialaminya, karena seluruh biaya pengobatannya akan ditanggung oleh asuransi yang menaunginya. 

     Banyak kejadian seperti diatas yang terjadi pada masyarakat kita yang kehidupan sebelumnnya mapan. Kenapa semua itu bisa terjadi ? Karena, mereka hanya melihat kondisi sehat mereka saja dan tak pernah memperhitungkan kalau suatu saat nanti mereka bisa saja ditimpa suatu penyakit yang akan menyedot seluruh harta benda mereka untuk pengobatannya. Mereka berpikir, akan bisa selamanya jaya dan kaya raya serta menikmati seluruh properti yang mereka miliki lalu menepis suatu fakta, kalau roda nasib itu akan terus berputar dan tak seorangpun yang akan kuasa untuk menghentikannya kecuali yang Tuhan Yang Maha Kuasa.  Hal yang harus disadari oleh mereka yang menganggap remeh keberadan asuransi adalah: ASURANSI DITUJUKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG PADA SAAT DIA MENGURUS ASURANSI BERADA DALAM KEADAAN SEHAT WALAFIAT - TIDAK BERMASALAH, dan asuransi tersebut akan berdaya guna buat mereka apabila suatu saat nanti mereka ditimpa suatu penyakit atau musibah. TAK AKAN ADA ASURANSI YANG AKAN MAU MENGABULKAN PERMOHONAN POLIS dan  MENANGGUNG BIAYA PENGOBATAN DARI SEORANG PENYAKITAN SATU JENIS PENYAKIT YANG SEDANG SAKIT PARAH dan MENDAPATKAN PERAWATAN  DI SEBUAH RUMAH SAKIT.

     Ada perlunya pengetahuan tentang asuransi ini dimasukkan sebagai muatan kurikulum di sekolah-sekolah, setidaknya materinya integral dengan mata pelajaran ekonomi. Sehingga diharapkan, warga negara kita kedepan adalah mereka-mereka yang sadar asuransi - mereka yang sadar bahwa asuransi itu perlu buat mereka - mereka butuh asuransi buat pendamping hidup mereka. Jika sudah sampai pada titik ini, kita sudah bisa memasyarakatkan asuransi dan mengasuransikan masyarakat.  

      Kadang-kadang saya berpikir, ahhh.... mungkin hanya akan jadi mimpi realisasi dari semua apa yang saya paparkan diatas mengingat begitu memprihatinkannya situasi dan kondisi pengelolaan ekonomi di  negara ini pada saat ini. Apakah pemerintah bisa tergerak hatinya untuk merealisasikannya ? Sebab, walaubagaimanapun, semua ini baru bisa terwujud bila pemerintah sudah meng-acc-nya, dan kemudian mengeluarkan peraturan atau undang-undang yang mengatur semua itu.

     Dengan i'tikat untuk memasyarakatkan asuransi dan mengasuransikan masyarakat diatas, berikut ini saya coba untuk memaparkan secara sekilas dunia per-asuransian di Indonesia pada saat ini. Dari sekian banyaknya asuransi yang ada ditengah masyarakat kita, pada dasarnya ada dua golongan asuransi; asuransi umum dan asuransi jiwa. Asuransi umum pada umumnya adalah asuransi yang meliputi kelompok asuransi kerugian yang memiliki usia polis yang pendek, misalnya asuransi kerugian untuk  rumah dan mobil - di Indonesia, kelompok asuransi ini berada dibawah naungan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Sementara, Asuransi jiwa, adalah jenis asuransi yang ditujukan untuk menjamin kerugian yang mungkin terjadi pada jiwa nasabahnya apakah itu sakit, cacat, kecelakaan, ataupun meninggal dunia - dan induk organisasi dari Asuransi jenis ini di Indonesia adalah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Disamping itu, segala informasi tentang asuransi bisa diperoleh disitus Info Asuransi Indonesia.

     Berikut ini adalah sejumlah perusahaan asuransi yang berada pada kedua kelompok asuransi diatas. Apabila anda ingin mengunjungi website dari perusahaan asuransi yang disebutkan, anda tinggal meng-klik nama asuransi yang bersangkutan: PT.Prudential Life Assurance, Askes, PT.Asuransi Jasa Raharja, Asuransi Bumi Putera, PT.Asuransi Jiwasraya, PT.Asuransi Sinarmas, PT.Asuransi Allianz Utama Indonesia, ACA Asuransi, PT.Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Asuransi Astra, PT.Asuransi Jasa Indonesia (JasIndo), Asuransi Takaful Indonesia, PT.Asuransi Bintang, PT.Asuransi AXA Indonesia, Asuransi Cerdas, Asuransi Ekspor Indonesia, Asuransi Wahana Tata, Asuransi Tripakarta, Asuransi Multi Artha Guna, Tbk, Asuransi Syari'ah Mubarakah, Asuransi Purna Artanugraha, Asuransi Jaya Proteksi, Asuransi Adira, Asuransi Bakrie Life, dan lain-lain.

     Tidak perlu menunggu rakyat di negara ini memiliki pendapatan perkapita yang tinggi untuk bisa mencapai kata makmur. Apabila semua rakyat di negara yang merdeka pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 ini sudah bisa diasuransikan, terutama sekali mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan, kata makmur itu sudah selangkah didepan mata........................................!

Tuesday, September 14, 2010

KALIBRASI ARAH KIBLAT



Apakah anda sudah sholat dengan menghadap kearah kiblat yang tepat (menghadap ke Ka'batullah di Makkah Mukarromah) ? Apa yang akan saya paparkan dibawah ini merupakan cara mudah untuk menentukan arah kiblat kita, terutama mereka yang tinggal di Wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah;

         Karena ada dua kali masanya dalam setahun, yaitu:
              .Tanggal 28 Mei, jam 16:18 Waktu Indonesia Bagian Barat.dan.....
              .Tanggal 16 Juli jam 16:27 WIB

        Kenapa hanya pada kedua tanggal dan waktu ini ? Karena pada kedua waktu ini, posisi matahari tepat berada tegak lurus diatas Ka'batullah. Subhanallah !

        Lalu bagaimana caranya kita mengkalibrasi arah kiblat kita pada kedua masa ini ? Menghadap ke arah matahari, perhatikan bayang-bayang benda yang diterpa oleh cahayanya pada kedua masa ini. Itulah arah kiblat yang benar!

       Untuk mendapatkan posisi arah kiblat yang tepat, tentu kita harus menggunakan jam yang akurat pula. Namun, selisih waktu beberapa menit dari waktu yang ditentukan diatas, jauh lebih baik daripada kita hanya meraba-raba atau mengira-ngira arah kemana kita harus melaksanakan sholat.

     Lakukanlah selalu pengecekan terhadap arah kiblat anda ! Terutama, apabila anda memasuki sebuah daerah baru.

ASAL MULA KEJADIAN HEWAN / BINATANG

Allah telah menciptakan Nabi Adam (manusia pertama) dari tanah; Dia juga telah menciptakan Malaikat dari cahaya; dan Dia juga telah menciptakan jin / syaitan / iblis dari busur nyala api (bagian api yang suhunya paling panas); tapi .........
Tahukah anda, dari apa Allah menciptakan hewan / binatang ?
Jawabannya ada pada surat An-Nur ayat 45:

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari AIR, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan diatas perutnya, dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya, sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.

Maha benar Allah dengan segala firmanNya



BANJIR - Bagaimana Cara Mengatasinya



Banjir lagi, basah kuyup lagi, ngungsi lagi, ngepel lagi, membersihkan rumah lagi,....... Begitu mungkin kata-kata yang diungkapkan oleh saudara-saudara kita yang rumah mereka berada diwilayah yang menjadi langganan banjir. Sebutlah kota Jakarta, Padang, Semarang, dan banyak lagi kota lain di negara kepulauan terbesar di dunia ini yang sangat identik dengan wilayah pelanggan bencana banjir setiap musim hujan tiba. Memang sebagian besar kota atau wilayah yang rentan terhadap bencana yang satu notabenenya adalah tempat-tempat yang berada ditepi laut atau sungai; namun tidak sedikit kota-kota yang posisinya jauh dari laut dan sungai besar justru juga masih bisa dicengkram oleh permasalahan ini - sebut saja kota Bandung dan kota Bukittinggi. 



Yang membuat kita cukup prihatin dengan semua ini adalah, pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap penanggulangan bencana ini terlihat seperti tak berdaya menghadapi semua yang menerpa wilayah dan rakyat mereka - sementara disisi lain rakyat yang menjadi korban dari masalah alam ini juga tidak bisa merobah diri kearah yang lebih baik sejalan dengan berjalannya waktu. Mereka semuanya pasrah menanti bencana yang mereka ketahui pasti akan menerjang bila curah hujan sudah mulai bergerak diatas normal.



Lalu, sampai kapan semua ini akan terjadi ? Apakah kita harus sabar menahan semua akibat bencana banjir yang sebenarnya bisa diatasi tersebut apabila kita semuanya bisa satu kata dalam penyelesainnya ?

Secara singkat, jalan keluar terhadap bencana banjir yang sering melanda banyak wilayah dinegara kita yang tercinta ini setiap tahun dan banyak pula tempat-tempat lain diseluruh belahan bumi ini adalah satu; HIJRAH. Hijrah dalam artian abstrak maupun dalam artian kongkrit. Pada hijrah yang abstrak, semua pihak harus bisa merobah pribadi mereka kearah yang lebih baik - mereka harus bisa merobah pola pikir dan cara pandang mereka terhadap jenis bencana alam yang selama ini setia menjambangi mereka; mereka harus berusaha mencari terobosan-terobosan yang akan bermuara kepada teratasinya semua permasalahan yang selama ini mereka hadapi. Sementara, pada hijrah yang kongkrit, tentu saja mereka harus pindah; mencari tempat tinggal atau rumah baru yang jauh dari bencana banjir.



Sebelum kita melihat jalan penyelesaian dari semua permasalahan ini, ada baiknya kita teropong terlebih dahulu hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya bencana ini - yang sebenarnya sudah banyak kita yang mengetahuinya.


Semua kita mungkin sudah tahu;
  1. jika banyaknya pohon yang ditebang dihulu sungai akan mengakibatkan terjadinya banjir dihilirnya; semua bisa terjadi karena hilangnya media yang sebelumnya berfungsi untuk menarik atau menyerap butir-butir air hujan, sekaligus menahan lajunya aliran air hujan dari tempat yang lebih tinggi di hulu ke hilir.
  2. semakin banyak orang yang membangun sarana-sarana beton yang menutup habis permukaan tanah dimana dia berada, yang mengakibatkan hilangnya juga tempat yang seharusnya menjadi tempat kembalinya air kedalam bumi. Kondisi ini tentu akan mempercepat terjadinya banjir diwilayah itu, karena semua debit air hujan yang menimpa lokasi bangunan yang dimaksud akan dialirkan ke saluran air atau sungai; sedikit sekali yang meresap kebumi. Akibatnya, saluran air atau sungai tidak mampu lagi menampung akumulasi yang besar terhadap semua debit air yang mengalir tersebut, hingga terjadilah banjir. Kondisi ini dari waktu ke waktu bukannya bertambah baik, malah bertambah parah; karena pembangunan sarana bermaterial beton yang menutupi permukaan bumi terus gencar dilakukan - dan saluran air atau sungai yang menjadi tepat aliran air itu besar atau lebarnya tidak pernah ditambah. 
  3. terjadinya pendangkalan saluran air dan sungai oleh sampah atau lumpur juga merupakan faktor utama yang mempercepat terjadinya banjir disatu wilayah. Faktor ketiga ini berhubungan erat dengan faktor kedua diatas, karena keadaan ini justru akan semakin memperkecil volume air yang bisa ditampungnya. 
  4. jeleknya sistem drainase diwilayah tersebut, sehingga tidak ada saluran yang bisa menjadi tempat  mengalirlnya zat cair ini yang membuatnya merendam wilayah dimana dia mengalir.
  5. kurangnya penghijauan atau tanaman keras pada wilayah yang diterpa banjir, seperti pohon mahoni, surian, jati - atau pohon buah-buahan seperti rambutan, nangka, jeruk, mangga, sawo dan sebagainya  yang urat-uratnya jauh menghujam keperut bumi yang sekaligus juga kan bisa menjadi media pengembalian air hujan ke perut bumi.
  6. adanya pola hidup jorok dari masyarakat sekitar yang suka membuang sampah sembarangan atau ke sungai, sehingga sungai yang pada dasarnya berfungsi sebagai tempat aliran air justru menjadi tempat sampah.


Mencermati semua permasalahan yang terpapar diatas, ada sejumlah cara yang sudah jelas bisa dilakukan untuk menanggulangi malapetaka yang satu ini:

  1. Melakukan penanaman pohon kembali semua wilayah yang sudah digunduli.
  2. Setiap blok bangunan dinegara ini harus memiliki sumur-sumur yang berfungsi untuk menampung kelebihan debit air hujan dilokasi tempat dia berada. Sekurang-kurangnya, disetiap areal seluas 100 meter persegi harus ada dibuat satu buah sumur penampung air hujan ini. Konstruksi yang bisa kita buat dalam permasalahan ini adalah sebuah sumur berdiameter 1,5 meter dengan kedalaman 30 meter; sisi-sisi sumur tersebut dibuat lobang-lobang layaknya pengarah bunga api yang terdapat pada kompor minyak tanah yang nantinya akan difungsikan untuk mempercepat proses penyerapan air hujan yang keluar dan masuk ke sumur tersebut nantinya.

Secara matematis, kita bisa menghitung volume air yang bisa diselamatkan oleh sumur yang dimaksud sebagai berikut; sumur yang bediameter 1,5 meter dan berkedalaman 30 meter tersebut akan bisa diisi oleh air hujan sebanyak 53 meter kubik. Seandainya pada daerah tersebut ada 1.000.000 (satu juta) sumur, artinya 53.000.000 meter kubik air hujan akan bisa dikembalikan kedalam tanah apabila terjadi kelebihan volume air yang jatuh dari langit atau mengalir disekitarnya. Subhanallah.......!

Sebagai tambahan, pengadaan sumur-sumur ini akan berdayaguna ganda; disatu sisi kita bisa mengatasi banjir dengan keberadaannya; dan disisi lain, tanah galian sumur tersebut bisa ditumpuk pada wilayah-wilayah tertentu yang memerlukan penimbunan. 

 Yang akan menjadi permasalahan sekarang adalah, apakah pemerintah akan mendukung ide yang saya paparkan ini; setidaknya dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan setiap blok bangunan di negara ini (terutama di daerah rawan banjir) untuk melengkapi bangunan mereka dengan sumur-sumur penampung air hujan / resapan air hujan. Disisi lain, sistem keselamatan area juga harus dibuat bila ide ini direalisasikan - setiap sumur yang dibuat harus ditutup dengan material yang aman - sehingga tidak akan membahayakan makhluk hidup yang lainnya, terutama manusia.

       Disamping pemberlakuan peraturan pengadaan sumur penyerap air hujan seperti yang dipaparkan diatas, sosialisasi penggunaan sumur galian untuk keperluan setiap rumah tangga masyarakat juga harus dilakukan; karena keberadaan sumur galian juga membantu percepatan penyerapan air hujan kedalam tanah. Jika anda tidak percaya, silahkan anda perhatikan tinggi permukaan air yang mengisi sumur galian di rumah anda disaat hari hujan - volumenya ikut naik. Kenapa ini terjadi ? Karena air hujan yang turun dari langit dan diserap oleh lahan yang ada disekitarnya, beberapa porsen akan sampai kedalam sumur tersebut.

       Semua kondisi yang saya paparkan diatas, sekaligus menolak kampanye-kampanye bohong yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang mengatakan kalau pengurasan air bawah tanah secara terus menerus akan menyebabkan habisnya cadangan air bawah tanah kita. Hentikan kegiatan pembohongan ini terhadap rakyat ! Karena, selama masih ada air yang mengalir diatas permukaan tanah (termasuk di tepat-tempat dimana air berkumpul seperti sawah yang basah, kolam, telaga, danau, sungai dan saluran air); dan masih ada jalan buat air untuk menyerap ke perut bumi (seperti dengan pengadaan sumur penyerap air hujan ini) -- maka cadangan air bawah tanah kita tidak akan pernah habis. Insya Allah..!

UNTUK DIKETAHUI OLEH SEMUA PIHAK, TULISAN TENTANG SUMUR RESAPAN AIR HUJAN INI SUDAH PERNAH BEBERAPA KALI SAYA KIRIM KE SEJUMLAH MEDIA MASA; NAMUN TIDAK PERNAH DIMUAT - MAKA SAYA COBA MENYEBARLUASKAN IDE SAYA INI MELALUI FACEBOOK dan Blog pribadi saya. JIKA ORANG-ORANG YANG BERKOMPETEN DI INDONESIA TIDAK BISA MENANGGAPI IDE INI SECARA POSITIF - AKAN ADA PIHAK ASING NANTI YANG AKAN MENCOBA UNTUK MEREALISASIKANNYA - KARENA TULISAN INI BISA DIAKSES OLEH SEMUA PENGGUNA FACEBOOK dan Internet DISELURUH BELAHAN DUNIA......! KALAU ITU YANG AKAN TERJADI NANTI, BIARLAH - YANG PENTING SAYA SUDAH MELAKUKAN HAL YANG TERBAIK UNTUK MANUSIA DI BUMI INI....!             

  1. Lakukan pengerukan terhadap saluran-saluran air dan sungai secara berkala, sehingga media penyaluran air ini bisa berfungsi secara optimal.
  2. Lakukan pembenahan sistem drainase sitem drainase diseluruh wilayah negeri - dan jangan lupa untuk terus memantau fungsi dan kondisi bangunan yang sudah dibuat tersebut. Janganlah kita hanya bergegas untuk melakukan sebuah proyek pembangunan tapi lalai dalam memeliharanya.
  3. Gencarkan himbauan terhadap semua masyarakat yang masih memiliki lahan kosong atau bisa untuk ditanami, untuk mengisi lahan atau halaman mereka dengan tanaman keras atau buah-buahan - karena kebaikannya akan dinikmati oleh semua.
  4. Lakukan pembinaan yang intens terhadap kelompok masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan / ke sungai; bila perlu, buat aturan hukum pidana buat mereka yang masih melakukan hal tersebut.
        Begitulah hal-hal yang harus kita lakukan dalam mewujutkan hijrah pada sisi abstrak (namun akan memberikan hasil yang kongkrit). Disiisi religi (kehidupan beragama), kita tentu perlu pula introspeksi diri terhadap segala dosa dan kekhilafan yang pernah kita buat; karena adalah satu yang tidak bisa dipungkiri -  semua kejelekan yang menimpa seorang manusia tidak bisa lepas dari kata Bala,  Azab, Ujian, Teguran, atau Musibah (BAUT-M)..... (lebih jauh tentang hal ini akan dibahas pada tulisan yang lain).

        Apabila hijrah secara abstrak diatas tidak bisa dilakukan, lakukanlah hijrah dalam artian yang sesungguhnya; pindahlah dari daerah banjir tersebut - carilah rumah atau hunian yang jauh dari jangkauan banjir. Tidak usah bingung - bagi yang punya cukup uang, pada saat ini ada banyak perumahan yang dibangun diseluruh wilayah Indonesia degan harga yang bervariasi. Jika didaerah anda sudah penuh, di Payakumbuh, dimana sekarang saya berdominisili, masih banyak blok rumah yang kosong karena belum ada pembelinya, silahkan hijrah ke Payakumbuh. Bagi tidak punya cukup uang, anda bisa mengontrak di kota atau wilayah yang aman dari banjir  sambil terus berusaha mengumpulkan uang untuk bisa mendapatkan rumah yang akan menjadi hak milik anda. Konsekwensinya, andapun harus siap dengan lahan kerja yang baru.

        Dibalik semua pemaparan diatas, kitapun harus sadar, bahwa semua langkah kehidupan kita semuanya sudah diatur. Kita tidak boleh merasa aman dari bencana dengan hijrah yang sudah dilakukan. Itu takabur namanya. Banyak orang yang merasa aman dari banjir setelah dia pindah ke daerah yang lebih tinggi - ternyata disana dia dihantam oleh angin puting beliung. Banyak saudara kita yang dulunya tinggal di kota Bengkulu pindah ke Kota Padang karena menghindari gempa, ternyata di Padang dia mengalami gempa yang jauh lebuh dahsyat dari gempa yang sering dialaminya ketika masih di Bengkulu. Yang terpenting yang harus diingat sebelum kita melaksanakan hijrah tersebut adalah, kita melakukan dengan penuh keikhlasan dan i'tikat untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dari masa-masa sebelumnya.

       Akhirnya, semua terserah kepada kita semua; Allah tidak akan merobah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha untuk merobah nasib mereka sendiri. Untuk merealisasikan semua sarana penanggulangan bencana banjir ini - kita harus satu kata, dan harus ada kerja cepat semua aparat yang terkait dengan program ini; ditambah dengan dukungan anggaran yang wajar dari pemerintah. Harus ada perencanaan yang sistematis untuk program ini; baik rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Semuanya tidak akan bisa terwujud dengan simsalabim; atau semuanya hanya akan menjadi mimpi disiang bolong......mimpi ditengah hantaman banjir......! Innalilllaahi wainna ilaihi raajiuun..............!  

(Tulisan ini adalah salinan dari note pada facebook saya).

KIAMAT PADA TAHUN 2012 - Hanyalah sebuah fiksi murahan

 Apabila kita ketik kata Kiamat atau Kiamat 2012 atau 2012 saja pada search engine,  maka akan muncul banyak halaman atau kelompok yang mencoba untuk mengekspos atau menolak fenomena fiksi tersebut , karena sudah sangat banyak website atau blog yang menyediakan lanyanan khusus untuk masalah yang satu ini. 

Kalau kita memandang penyebaran isu terjadinya kiamat tersebut secara positif, sebenarnya banyak juga gunanya, terutama ini  akan berimbas kepada mereka-mereka yang berjiwa lemah dan tidak / kurang memahami ajaran Islam  - mereka akan berusaha untuk mewujudkan ambisi-ambisi mereka sebelum mereka menghadapi kematian pada jam 12 lewat 12 menit  tanggal 12 bulan 12 pada tahun 2012 seperti yang katanya berpedoman kepada kalender orang Maya yang akhir kalender mereka terhenti sampai tahun 2012. Untuk mereka yang teggelam dalam dosa, isu kiamat tersebut mudah-mudahan akan membuat mereka cepat bertobat dan kembali ke fitrah mereka sebagai orang Islam. Tapi, apakah semudah dan secepat itu proses terjadinya kiamat ? Tidak, tidak sama sekali.

Apabila kita beranjak dari Hadits Rasulullah Sallallaahu 'Alaihi Wasallam, kiamat yang menghancurkan bumi ini, baru kan terjadi setelah tampaknya 2 macam tanda; Tanda-tanda Kecil dan Tanda-tanda  Besar.
Tanda-tanda kecil yang mengidentifikasikan akan terjadinya kiamat pada saat ini sudah sangat banyak terlihat, seperti:
  1. banyaknya kemungkaran terjadi dimana-mana;
  2. jumlah perempuan jauh melebihi jumlah laki-laki. 
  3. manusia seperti bangga dengan dosa-dosa yang diperbuatnya (seperti kaum perempuan yang dengan senang hati mengobral aurat mereka di media masa dan di depan masyarakat ramai dan beralasan melakukan semuanya atas nama keindahan (seni), rasa malu mereka ganti dengan satu kebangggaan dalam dosa yang mereka perbuat); 
  4. hukum Islam dipertanyakan; 
  5. banyak anak yang dilahirkan tanpa didahului oleh proses pernikahan (anak zina);
  6. banyak pemuka-pemuka Islam yang berlomba-lomba untuk mencari kemewahan dunia dengan menjual ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabiyullah Sallalaahu 'Alaihi Wasallam.; 
  7. banyak perempuan yang durhaka kepada suaminya;
  8. banyak anak yang tidak lagi hormat dan menghargai orangtuanya;
  9. umat Islam mulai banyak, tapi tidak punya eksistensi dimata dunia - ditindas oleh musuh-musuhnya, seperti buih diatas air;    
  10. orang tidak jujur dan munafik ada dimana-mana, sulit untuk membedakan mana kawan dan lawan - semuanya bisa saja berbalik arah secara tiba-tiba karena suatu kepentingan sesaat;
  11. banyak pedagang yang menipu - yang mengurangi timbangan, yang menipu kualitas barang, yang mengoplos barang dagangannya, yang mencampur barang yang baik dengan yang jelek .... asal mendapatkan uang.
  12. laki-laki berpakaian perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki. Khusus untuk yang terakhir ini, artinya pada akhir zaman ini kita bisa melihat, perempuan senang memakai apa yang seharusnya menjadi aurat laki-laki (dari pusar sampai lutut), sementara justru laki-laki yang senang berpakaian yang cenderung menutup seluruh tubuhnya dengan memakai celana panjang dan kemeja lengan panjang.

       Sementara tanda-tanda besar akan terjadinya kiamat, sampai saat ini belum terlihat, seperti:



    1. Muncul dan berkuasanya Dajjal La'natullah yang di backing oleh Iblis beserta konco-konconya orang-orang yahudi selama 40 tahun. Selama masa 40 tahun ini orang-orang Islam yang yang memegang aqidahnya secara benar akan diburu dan dibunuh oleh manusia-manusia laknat tersebut, sementara manusia-manusia yang mau menjadi pengikut (budak) mereka akan hidup aman. Pada masa itu, hal-hal yang kita sebutkan pada tanda-tanda kecil diatas justru diundangkan oleh Dajjal untuk harus terjadi. 
    2. Ditahun yang ke-39, Allah menurunkan Imam Mahdi yang bisa menyusun kekuatan dari semua umat Islam untuk memerangi Dajjal dan kroni-kroninya, tapi mereka belum mampu untuk membunuh dajjal.
    3. Diakhir tahun ke-39 tersebut, Allah kemudian menurunkan Nabi Isa 'Alaihi Salam yang diberi kekuatan untuk bisa membunuh si Dajjal berikut semua pengikutnya (dibantu oleh Imam Mahdi dengan semua bala tentaranya).
    4. Pada 40 tahun berikutnya, dunia akan aman - syari'at Islam akan ditegakkan oleh Nabi Isa 'Alaihi Salam. Kemakmuran akan terjadi diseluruh pelosok bumi. Semua manusia dan Jin berbondong-bondong untuk menjadi pemeluk agama Islam. Cuma sayangnya, karena begitu amannya dunia, kembali banyak muncul perbuatan-perbuatan dosa dari manusia yang hidup pada saat itu. 
    5. Lewat 40 tahun masa kekuasaan Nabi Isa 'Alaihi Salam, dia akan diwafatkan oleh Allah SWT layaknya manusia biasa (bukan diangkat lagi seperti disaat di memimpin Bani Israil sebelum masa kenabian Muhammad SAW).
    6. Baru setelah wafatnya Nabi Isa.AS, terbit matahari di sebelah Barat dan Tenggelam di sebelah Timur. Setelah ini terjadi, tobat dan amal dari orang-orang yang sadar akan begitu dekatnya kiamat akan ditolak - tidak diterima lagi. Amal perbuatan yang masih diterima adalah yang dikerjakan oleh orang-orang tetap istiqamah dalam aqidah Islam sejak Nabi Isa masih hidup.
    7. Tidak lama sesudah itu, sangkakala ditiup - dan terjadilah kiamat dalam arti yang sesungguhnya - semua yang ada dihancurkan, sehancur-hancurnya. 
       
    Khusus untuk tanda yang keenam (matahari terbit di Barat dan tenggelem di Timur), kalau kita melihat kondisi dunia pada saat sekarang ini, secara abstrak sebenarnya sudah mulai terjadi. Bagaimana tidak, hampir semua manusia dibumi ini sekarang banyak yang berkiblat ke Barat (negara-negara Barat - seperti Amerika Serikat, Inggris, dan sebagainya) dalam menjalankan rutinitas hidup mereka setiap hari. Hidup kebarat-baratan. Sementara falsafat hidup ketimuran mereka buang jauh-jauh dan dianggap sebagai hal-hal yang sifatnya kuno, kolot. Kalau kita memandang tanda yang satu ini disisi cara hidup manusia pada zaman sekarang; matahari itu sudah terbit di sebelah Barat dan tenggelam di sebelah Timur. 

          
    Berdasarkan pemaparan diatas, mereka yang yakin dengan akan adanya muncul tanda-tanda besar terjadinya kiamat yang dimaksud (yang memakan waktu lebih dari  80 tahun sejak kemunculan Dajjal) tidak akan percaya sama sekali dengan cerita bohong yang tersebar tentang kiamat 2012 tersebut.

    (Tulisan ini merupakan salinan dari note pada facebook saya)